Thursday, June 11, 2020

DomaiNesia Web Hosting Murah Gratis Domain : 6 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Domain


Ketika Anda membuat website, ada hal-hal penting yang harus Anda pikirkan selain desain dan konten website, yaitu domain dan hosting. Kali ini, kita akan membahas mengenai domain, mulai dari apa itu domain dan hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli domain gratis Indonesia.
Apa Itu Domain?

Mari kita mulai pembahasan ini dengan mengenal istilah domain. Apa itu domain? Domain adalah alamat website. Dengan domain, Anda bisa mengenali website yang Anda kunjungi melalui nama yang tertera sebagai domain. Sebagai sebuah alamat, satu nama domain hanya bisa digunakan oleh satu website. Jadi, tidak ada website yang memiliki nama domain yang sama persis.

Untuk lebih jelasnya terkait pengertian domain, kita akan bahas salah satu contoh nama domain. Kita ambil domain www.domainesia.com. Dari contoh tersebut, yang disebut dengan domain adalah ‘Domainesia’ sedangkan .com disebut dengan ekstensi domain. Sekarang sudah jelas, kan?

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Domain

Domain dibutuhkan ketika Anda membuat website. Sebenarnya, website Anda masih bisa ditelusuri dengan menggunakan IP Address. Namun IP Address lebih sulit dikenal dan diingat karena terdiri dari kombinasi angka yang panjang. Dengan menggunakan domain gratis Indonesia, website Anda akan lebih mudah diingat sesuai dengan nama domainnya.

Untuk itu, sebelum membeli domain, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Apa saja itu?

  1. Perhatikan ketersediaan nama domain
Yang pertama, ketersediaan nama domain. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, satu nama domain hanya bisa dipakai oleh satu website. Karena itulah nama domain sifatnya unik dan eksklusif.

Sebelum Anda memilih sebuah nama untuk dijadikan nama domain, lebih baik cek ketersediaannya, apakah sudah ada yang menggunakan nama tersebut atau belum. Jika belum, Anda bisa menggunakannya. Namun pastikan juga namanya tidak dipakai sebagai nama perusahaan atau lembaga lainnya yang legal. Jika sudah digunakan untuk nama domain, maka Anda perlu mencari nama lainnya yang belum ada.

  1. Buat nama domain yang singkat dan mudah diingat
Yang kedua, buat nama domain yang singkat dan mudah diingat. Membuat nama domain harus berpedoman pada KISS (Keep It Simple Stupid). Maksudnya, nama domain yang Anda buat sebaiknya singkat agar mudah diingat. Nama yang Anda pilih juga sebaiknya tidak menggunakan tanda khusus, termasuk juga angka. Jauh lebih baik jika nama yang Anda pilih hanya terdiri dari rangkaian huruf.

  1. Pilih ekstensi domain yang populer digunakan
Yang ketiga, pilih ekstensi domain yang populer. Tersedia banyak sekali ekstensi domain yang bisa Anda gunakan. Setiap ekstensi ini dibanderol dengan harga yang berbeda-beda. Ada yang mahal, ada pula ekstensi domain gratis Indonesia. Ada yang populer digunakan, ada juga yang mungkin baru Anda dengar.

Anda disarankan memilih ekstensi domain yang populer digunakan oleh banyak orang, misalnya ekstensi .com, .net, .id,. co.id, dan sebagainya. Kenapa? Karena ekstensi domain bisa mempengaruhi kepercayaan netizen. Tidak hanya itu, ekstensi domain juga bisa menjadi identitas dari website tersebut. Misalnya, ekstensi sch.co.id merupakan domain yang digunakan oleh lembaga pendidikan. 

  1. Pilih penyedia layanan domain yang terpercaya
Yang keempat, pilih penyedia layanan domain terpercaya. Tersedia banyak penyedia domain yang bisa Anda pilih. Dari sekian banyak penyedia domain, Anda harus jeli memilih penyedia domain yang terpercaya. Salah satu kriterianya adalah penyedia ini terdaftar secara resmi di ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). 

  1. Perhatikan keamanan data pribadi Anda
Yang kelima terkait dengan keamanan data-data Anda. Ketika Anda membeli domain, informasi data pribadi seperti nama, nomor telepon hingga alamat email yang Anda masukkan bisa diakses dan dilihat secara bebas di internet. Apa kerugiannya untuk Anda? Anda akan sering menerima spam email, spam telepon, hingga yang paling parah adalah hacking.

Oleh karena itu, pilihlah penyedia domain yang memiliki Domain Privacy Protection. Dengan ini, data-data pribadi yang Anda masukkan tidak bisa diakses secara bebas sehingga data Anda lebih aman.

  1. Periksa riwayat domain yang pernah digunakan
Yang keenam terkait dengan riwayat domain. Jika Anda ingin menghidupkan kembali atau memakai nama domain yang pernah digunakan, sebaiknya periksa dulu riwayatnya. Apakah domain tersebut digunakan oleh website yang kredibel atau tidak? Apakah domain tersebut digunakan oleh website dengan tujuan baik atau tidak?

Dengan mengecek riwayat domain lama, Anda bisa terhindar dari kerugian dan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Apalagi jika sejarah domain tersebut tidak cukup baik dan bertolak belakang dengan tujuan pembuatan website Anda saat ini.

Itulah 6 hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli domain gratis Indonesia. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda akan mendapatkan penyedia domain  dengan layanan berkualitas. Tidak perlu terburu-buru membuat nama domain karena nantinya nama domain akan menjadi identitas dari website yang Anda kelola.

Share:

0 comments:

Post a Comment