Monday, April 20, 2020

Kesalahan Yang Umum Dilakukan Pebisnis Baru

Kesalahan para pemula bisnis - berbagai para pebisnis pemula yang gres memulai membangun perjuangan namun sudah bangkrut,entah itu alasannya yaitu modal atau alasannya yaitu mental mereka yang belum siap berada di dunia nyata. Kali ini saya akan membahas beberapa kesalhan-kesalahan para pebisnis pemula yang sering dilakukan,saya sendiri juga pernah mengalami beberapa kesalahan tersebut.
Berikut ini beberapa Kesalahan para pemula bisnis:

Tidak Mempunyai Blue Print Of Dream


Maksudnya tidak mempunyai cetak biru cita-cita kita sendiri. Ini merupakan hal yang paling fundamental namun sering disepelekan bahkan dilupakan. Banyak para pengusaha pemula yang awalnya memulai bisnisnya hanya sekedar iseng-iseng saja. ada juga yang hanya untuk mengisi waktu luang saja. ada juga hanya sebagai kerjaaan sampingan saja. Hingga  mereka melupakan hal yang paling penting yaitu cetak biru cita-cita mereka. Padahal mempunyai Blue print of dream ini berdasarkan saya pribadi sangat penting. Kita jadi bisa membayangkan bagaimana bentuk ideal bisnis yang ingin kita jalankan, serta bisa tahu bagaimana seni manajemen step by step untuk mewujudkannya (impian ). Kalau kita tidak mempunya Blue print of dream ini alias kita tidak mempunyai visi ,misi dan tujuan yang akan dibutuhkan dari bisnis yang kita jalankan.

Melupakan Dokumen Legalitas Perijinan


Dokumen Legalitas Perijinan ini mirip SIUP,TDP,NPWP,HO,P-IRT,BPOM,Sertifikat Halai MUI. Mungkin dari 10 pengusaha pemul 2-3 orang saja yang sudah mempersiapkan dokumen ijin legalitas ini. Biasanya  mereka malas mengurus perijinan ini,bahkan ada juga yang malas alasannya yaitu nanti ujung-ujungnya disuruh buat bayar pajak. Dan itu dulu saya salah satunya he hee. Ada juga yang malas mengurus ijin ini berpikir bisnisnya ini bisnis online,jadi dipikirnya kalau bisnisnya bisnis online tidak perlu lag pakek ijin-ijin yang seperti  itu,yang kayak begini juga ada (dan lagi-lagi saya menjadi salah satunya ). Selain itu ada juga yang berpikir mengurus perijinan ini hanya akan menambah pengeluaran saja,mengingat untuk mengurus perijinan ini butuh dana juga kan ? minimal Rp 3000.000- Rp 5.000.000.



Mengapa mengurus ijin legalitas perjuangan ini penting ? alasannya yaitu ini untuk menunjukan bahwa memang kita menjadi pihak yang bisa dipercaya,selain itu juga akan memudahkan kita jikalau kerjasama dengan pihak ketiga,seperti investor atau Bank. Pernahkah melihat syarat-syarat untuk pengajuan kredit usaha?,kadang ada memperlihatkan syarat minimal usahanya sudah berjalan minimal 3 tahun. Itu mereka melihatnya dari mana ?Mereka melihatnya dari dokumen ijin Legalitas. Kalau kita sudah menjalankan bisnis contohnya 5 tahun,tapi kita tidak punya ijin legalitas,lalu kita akan kerjasama dengan investor atau akan mengajukan kedit usaha  bank ,bagaimana caranya  meyakinkan mereka kalau kita memang benar-benar berpengalaman menjalankan dan sudah menjalankan bisnis ini selama 5 tahun ? ,kalau kita Cuma ngecipris atau ngedaprus bahwa kita sudah berpengalaman bsnis selama 5 tahun, yaa mereka tidak akan percaya. Tetapi kalau kita mempunyai bukti ijin legalitas ini,maka semuanya pribadi beres. Jika tidak percaya silahkan dicoba .Atau  teladan lainnya contohnya ada 2 produk yaitu produk pertama sudah ada ijin P-IRT dan Halal MUI sedangkan produk kedua belum ada ijin P-IRT dan Halal MUI. Kira-kira kita akan pilih produk yang mana hayo ? he hee tentu pilihannya akan jatuh ke produk pertama alasannya yaitu sudah terang Halal ada ijin legalitasnya .


Makara kini sudah bisa mencicipi kan ,masalah ijin legalitas perjuangan ini tampaknya sepele, tapi biasanya sangat sering  banget terlewatkan oleh para pengusaha pemula. Bahkan sekelas supermarket sebesar Indomaret dan Alfamart ada juga (kadang) masih meremehkan hal ini. Pernah lihat isu di Klaten saja dibulan April kemarin ada sekitar 21 toko modern yang ditutup paksa gara-gara tidak ada ijin HO . Mulai kini usahakan untuk mengurus ijin legalitas perjuangan kita,walaupun perjuangan kita ketika ini masih kecil,bukankah kita mau  mempunyai Blue Print Of Dream bisnis kita kini bakalan jadi besar .

Menganggap  Kegagalan Itu Sebagai Sesuatu Hal Yang Buruk


Sering saya temui mereka yang ingin memulai perjuangan sendiri pengennya sih tidak mau ketemu yang namanya kegagalan. Maunya dan taunya Cuma pengen mirip Dora the explorer “ berhasil..berhasil..berhasil” padahal itu hal yang tidak mungkin . bisa juga saya berikan citra mirip ini klau seorang petinju pengen jadi seorang juara,maka si petinju ini mau tidak mau harus mau merasakan  bagimana sakitnya populer pukulan awan. Tidak ada seorangnya juara dunia tinju yang tidak pernah mencicipi terkena pukul lawan. Sama juga dengan orang menjalankan bisnis,kalau ingi berhasil  ya mau tidak mau melewati dan berdiri dari rentetan kegagalan demi kegagalan. Dan banyak berguru serta mengambil hal positif dari kegagalan yang dialami tersebut.

Berpikir Bahwa Yang Namanya Modal Itu Harus Selalu Dalam Bentuk Uang Cash


Hal mirip itu merupakan ajaran yang salah,yang namanya modal itu tidak selalu harus berupa uang cash.  Modal itu bisa berupa ide,networking,ketrampilan,kepercayaan atau bisa juga dengan modal nama baik kita. Makara hilangkan ajaran yang membelenggu bahwa yang namanya modal perjuangan itu harus dalam bentuk uang cash. Ada bentuk modal yang lain yang bisa kita gunakan. Coba kita cari sendiri kira-kira mdal tak terlihat  apa yang kita miliki dan bisa kita maksimalkan itu apa saja .

Ikut-Ikutan Bisnis Yang Sedang Booming


Masih ingatkah ketika ada demam isu beberapa bisnis berikut ini :Bisnis cacing,bisnis gingseng korea,ikan lohan,bisnis tumbuhan hias Anthurium dan adenium . Bagaimana nasib pelaku bisnis tersebut kini ? ehm..atau tidak usah jauh-jauh dan kita pun masih yakin ingat ,bagaimana nasib pelaku bisnis kerikil akik kini ? . banyak saya temui para pelaku bisnis pemula yang sangat gampang sekali tergiur dengan bisnis-bisnis  yang sedang booming sesaat. Seringkali mereka mengira bahwa bisnis yang sedang booming itu bisnis yang bagus. Bisa cepat untung dan cepat balik modal. Bahkan meskipun tidak mempunyai passion atau pengalaman dalam bisnis musiman tersebut,tidak segan-segan menggelontorkan modal yang tidak mengecewakan banya. Dan tidak sedikit juga yang jadinya jatuh terjerembab alasannya yaitu terjun dalam bisnis yang mirip ini,karena itu wajib berhati-hati.

Kurang Fokus Dan Praktis Tergoda Dengan Keindahan Bisnis Milik Tetangga


Banyak para pemula yang kadang meresa hopeless,termasuk saya dulu he hee . Jualan tidak laku-laku ,orderan tidak kunjung tiba padahal sudah mencoba segala macam promosi. Hingga jadinya berpikir bahwa tidak cocok dalam bisnis tersebut. Disisi lain melihat bisnis milik tetangganya,rasa-rasanya bisnis milik tetangga jauh lebih menjanjikan daripada bisnis yang sedang dijalankan. Merasa bisnisnya sudah habis  dan jadinya gampang tergoda untuk mencoba peruntungan yang lain lagi bisnis mirip milik tetangganya tadi. Padahal yang menjadi problem yaitu diri kita sendiri. Kita kurang focus dan kurang serius menjalankan bisnis kita sendiri. Focus kita hanya melihat rumput tetangga yang lebih hijau ,tetapi lupa untuk menyirami/merawat rumput kita sendiri biar bisa tampak lebih hijau dan subur. Get This Point.

Ingin Cepet-Cepet Bisa Sukses Termasuk Salah Satunya Ingin Cepat Bisa Balik Modal


Hal ini merupakan penyakit yang parah bagi para pemula,dalam pikirannya hanya ada ‘kapan ya bisnis ini bisa segera balik modal ?”. Tapi melupakan esensi dalam berbisnis itu sebenarnya merupakan sebuah proses. Bahkan saya juga masih sering menemui insiden para calon  reseller saya yang mereka bertanya-tanya kira-kira begini “kalau saya sudah ikut jadi reseller ,terus saya sudah membayar,kira-kira kapan ya saya bisa balik modalnya ?”. Pertanyaan yang menciptakan saya susah menjawabnya ,ibarat saya masuk sekolah ,sudah daftar dan membayar biaya registrasi serta uang gedung ,lalu Tanya ke kepala sekolahnya :” kira-kira saya bisa lulus ya pak ?,Nilai saya manis apa tidak ya pak nanti ?. Gimana apa tidak konyok tuh ? he hee

Ini merupakan salah satu mental yang ingin enaknya saja tapi tidak mau melewati proses berdarah-darah yang mungkin akan dilalui. Termasuk juga disini yaitu mereka yang pinter banget bikin hitung-hitungan diatas kertas,bikin proposal bisnis yang indah,beserta perhitungan yang mantap bahkan sudah sangat detail. Namun jikalau hanya berkutat pada hitung-hitungan diatas kertas saja tanpa ada action dilapangan tentu tidak akan tahu. Karena itu,coba hilangan ajaran yang satu ini,ingin cepat sukses boleh lah. Tapi tetap saja semua akan melalui proses ,ingin cepat balik modal tentu semuayang menjalankan bisnis ingin hal ideal mirip itu,hanya saja kenyataan dilapangan kan bisa berkata lain . Siapkanlah mental yang berpengaruh untuk menghadapi segala kemungkinan dan ketidakpastian dalam berbisnis tersebut.

Tidak Memiliki Mentor Atau Role Model Yang Ideal Yang Sesuai Dengan Keinginan


Mentor atau pendmping bisnis mirip seorang petinju yang membutuhkan sentuhan asing pelatihnya. Sehebat-hebatnya seorang petinju,dia tetap akan membutuhkan seorang instruktur untuk membnatunya meningkatkan skill dan kemampuannya. Seorang instruktur ini bisa berfungsi untuk memperlihatkan titik-titik kelemahan yang dimiliki oleh si petinju,yang kadang tidak terlihat oleh si petinju itu sendiri,dan si pelatihnya itulah yang berkhasiat untuk memperbaikinya. Atau dalam perumpaan lainnya biasanya ibaratkan juga dengan berburu harta karun,dalam hal ini mentor mirip peta petunjuk yang akan memperlihatkan dan membimbing arah biar bisa menemukan dan menuju ke daerah harta karun tersebut berada. Dalam menjalankan bisnis kita nanti,kita sudah tahu dulu kemana arahnya,kemana tujuannya dan sebagainya,jadi tidak mirip membaca peta buta yang sering bikin nyasar dan tersesat. Meskipun mungkin akan ada saja  kemungkinan masih nyasar lagi,hanya saja itu kan sudah diminimalisir. Nah carilah mentor bisnis yang pas,yang cocok dan bisa memahami aksara kita serta bisnis yang kita jalani.

Sering Menggunakan Perang Harga Sebagai Senjata Pamungkas Dalam Melayani Custemer


Hal ini merupakan kesalahan yang sering saya temukan,menggunakan seni manajemen perang harga dalam menjalankan bisnis. Percayalah, jikalau kita memakai cara perang harga ini dalam menjalankan bisnis apalagi untuk memenangkan kompetisi dengan competitor cara ini tidak akan manjur. Cara ini malah justru akan menciptakan bisnis kita mati secara pelan-pelan. Darah dalam bisnis itu namanya cashflow ,nah kalau kita melakukan  perang harga,hal ini tentu akan menggerus margin kita. Jika margin kita tergerus otomatis cashflownya pun juga akan goyang,dan itu hanya tinggal menunggu waktu saja buat bertahan. Saya pribadi pernah mengalami hal ini ketika dulu menjalankan bisnis pulsa elektrik, dari per transaksi bisa mendapat keuntungan Rp 2.5000,- hingga jadinya tinggal Rp 500,- perak saja dan pelan-pelan koit he hee. Karena itulah saya menganggap hal ini sebagai kesalahan yang sering saya jumpai bagi para pebisnis pemula. “ ah ,daripada tidak laris tidak ada yang beli ,mending saya jual saja walaupun cumin untung seribu saja “. Memang untuk beberapa perkara ,kemungkinan hal mirip itu bisa dilakukan ,hanya saja jangan keseringan dilakukan juga ,lebih baik berpikir bagaimana memperlihatkan benefit lain kepada customer yang tidak bisa dirupiahkan.

Menjadi Superman Bukan Superteam


Dulu saya melaksanakan segala sesuatu serba dilakukan sendiri ,mulai dari beli barang,melakukan promosi ,jad CS ,mengupdate website,packing barang bahkan hingga ke ekspedisi semua masih dilakukan sendirian.he he murung banget kan yaa,itu artinya saya masih berfungsi sebagai superman bukan sebagai superteam dan sumpah hal ini sangat melelahkan menguras tenaga serta pikiran. Superman itu juga insan kalau superman lagi sakit atau superman nya pengen piknik ,kira-kira bisnisnya masih bisa jalan apa tidak ? kalau ternyata bisnisnya terganggu berarti itu sudah saatnya menciptakan superteam.sekarang sudah bukan jamannya superman lagi,melainkan superteam  biar bisa menggerakkan dan memperlihatkan manfaat bagi banyak orang.

Buta Financial Dan Tidak Bisa Mengelola Cashflow Dengan Baik


Buta financial ini juga merupakan sebuah problematika yang sering dihadapi oleh para pengusaha. Bagaiman mengatur stok ,menghitung stok opname,hutang,piutang dll. Kadang kalau semua dihitung dengan cara yang benar,hitung-hitungan secara akuntansinya sering tidak klop. Masih sering  tidak melaksanakan pembukuan dengan tertib ,sehingga tidak bisa mengetahui bagaimana pertumbuhan bisnisnya. Serta tidak bisa memproyeksikan pertumbuhan bisnis dengan cermat,kadang juga kelihatannya orderannya lancar ,barang  banyak yang laku,tapi uang cash yang ada ditangan jumlahnya tidak pas. Eh ..ternyata masih banyak nyantol di piutang ,modal jadi mandek dan tidak muter. Ada juga yang jualan barang,misalnya saja modalnya Rp 1.000.000,-  barang laris semuanya katakanlah bisa kejual  Rp 1.200.000, nah ketika pegang uang Rp 1.200.000 itu sering berpikir itu uang kita smeua padahal itu ka nada yang uang modal yang harusnya diputar lagi. Ini yang masih sering kecolongan dan bikin bisnis malah  jadi mundur,jadi kalau mau bisnisnya bisa sehat dan berkembang dengan baik akan lebih baik jikalau kita bisa berguru tertib mengenai manajemen serta tertib secara financial. Dengan begitu nanti akan bisa kita ukur bagaimana perkembangan bisnis kita dengan baik.

Kurang Berhati-Hati Dalam Menggunakan Hutang Sebagai Modal Bisnis


Beberapa sobat saya dapati insiden mirip ini yaitu kurang berhati-hati dalam menggelola hutang sebagai modal bisnis. Ada yang sudah terlanjur hutang,beli stok barang dan teryata barangnya tidak bisa terjual ,dagangan mandeg,cicilan mancet dan hal ini sangat berbahay. Ada juga yang memulai bisnisnya dengan hutang ,namun mereka belum mempunyai pengalaman yang cukup dalam mengelola hutang untuk modal bisnis,hal ini juga sama berbahayanya.contoh lain alasannya yaitu mentang-mentang bisa dengan gampang mengambil kredit,akhirnya mengambil kredit yang jumlahnya lumayan,namun begitu kredit cair eh malah binggung bagaiman mau menggunakannya. Ada juga yang sudah terlanjur ambil kredit ,awalnya niatnya buat ngejalanin bisnis atau buat modal bisnis  tapi begitu cair eh ternyata malah tergoda buat membeli barang-barang yang konsumtif yang tidak ada hubunganya sama sekali dengan bisnis yang akan dijalankan. Karena itu saya sarankan bagi para pengusaha  pemula untuk berhati-hati dalam mengelola hutang sebagai modal bisnis,terlepas dari halal harm wacana riba. Jika mau ambil hutang atau kredit gunakanlah untuk hal-hal yang produktif serta sebagai laverage bisnis kita. Bukan hutang atau kredit untuk konsumtif ini sangat berbahaya.

Terlalu Praktis Percaya Pada Tim /Karyawan Baru Yang Masih Belum Teruji Dengan Baik


Nah ini juga kadang menjadi sebuah kesalahan bagi para pengusaha pemula,biasanya mereka ini yang belum paham benar kerjaan semuanya ,lalu iseng –iseng  cari karyawan  biar gengsi punya anak buah.he hee . Tapi pada kenyataannya malah justru si karyawan atau timnya ini kayak kancil,malah lebih cendekia untuk mengakali bosnya. Entah itu mengakali harga materi baku,ngakalin biaya produksi,markup harga jual atau parahnya membajak semua costumer si bos nya itu untuk dilayani sendiri secara sembunyi-sembunyi. Karena itulah memang penting  sekali kita sebagai owner bisnis kita mengerti dan memahami job desc kerjaan dari A-Z. bisa mengerti/memahami ini tidak berarti harusnya semuanya yang mengerjakan kita,harus dipecah-pecah menjadi kerja tim  tapi tetap semua kontrolnya ada di kita. Kalau ada tim atau karyawan yang memang sudah terbukti kinerjanya sekaligus bisa kita beri kepercayaan barulah kita bisa melaksanakan proses delegasi  kiprah atau menjadi orang kepercayaan kita. Jangan dibalik belumapa-apa ,belum tahu mirip apa kinerjanya tapi sudah diberi kepercayaan penuh menjalankan bisnis kita.

Enggan Menunda Kesenangan


Ini biasanya buat yang masih muda-muda usia kisaran 20-27,biasanya mereka kebanyakan masih makan gengsi. Disuruh buat jualan saja aib tapi punya keinginan setinggi langit. Sudah gedhe ,sudah mulai beranjak bau tanah tapi masih sering ngerepotin orang tuanya. Kalaupun ada yang sudah punya bisnis sendiri kadang ada juga yang tergoda gengsi. Ingin memperlihatkan ke teman-temannya kalau bisnisnya sudah berhasil ,padahal amasih sangat rapuh. Biar terlihat gengsi ,terlihat sukses tidak terhitung gonta-ganti gadget ,terus beli motor sport baru,beli kendaraan beroda empat gres padahal kreditan ha ..ha. Hal yang kayak –kayak gitu sud sering banget saya temui ,hal yang mirip ini tidak perlu ditiru atu dicontoh. Sebab berdasarkan saya itu bukan sebuah hal positif atau hal baik ,akan lebih baik jikalau kita mau menahan diri dan menunda kesenagan untuk sementara. Tahan-tahan dulu jikalau ingin bersenang-senang ,nanti kalau sudah waktunya aka nada kok waktu dimana kita membayar untuk kesenangan kita itu.
Share:

0 comments:

Post a Comment